Senin, 24 November 2014

MASIHKAH GURU ALERGI IT

Esok hari tanggal 25 Nopember  adalah hari guru nasional. Seperti tahun-tahun sebelumnya , kami mempunyai agenda kegiatan rutin yang  kami lakukan setiap tanggal tersebut. Biasanya kami mendapat undangan untuk melaksanakan upacara yang diteruskan dengan kegiatan lain, seperti gerak jalan pentas seni dan lain sebagainya. Setelah semua kegiatan  tersebut selesai, kamipun pulang tanpa ada kesan apapun selain merasa bahwa hal itu hanyalah kegiatan rutin yang harus kami lakukan.
Memang tidaklah salah dengan kegiatan tersebut, namun saya kadang berpikir, apakah hanya rutinitas itu sajakah yang harus kita lakukan dengan peringatn hari guru itu ?
Saat ini selalu saja jadi perbincangan bahwa dengan adanya sertifikasi malah tidaklah merubah paradigma berpikir para guru untuk meningkatkan etos kerja agar menjadi guru yang benar-benar berkualitas sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas pula. Bahkan ada yang ekstrim berpendapat kalau tidak mampu meningkatkan kinerja  stop saja sertifikasi guru. Polemik seperti itu tentu saja  membuat kami para guru merasa tidak enak hati, karena kami di lapangan sudah bekerja keras sesuai kemampuan kami untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, namun mungkin hasilnya masih kurang dari yang diharapkan.
Karena itulah, menurut hemat saya alangkah baiknya moment hari guru ini dijadikan evaluasi bagi para guru untuk merenungkan, apa yang telah kita perbuat  dalam memajukan negeri ini dalam mencetak sumber daya manusia yang tentunya generasi kita yang akan datang tantangannya akan lebih berat dari masa kini.
Tadi juga saya berbincang dengan rekan guru  tentang hal tersebut, bagaimana cara meningkatkan kinerja kita walaupun ada sebagian kecil yang mengatakan bahwa dari tahun ke tahun gak ada perubahan kinerja. Anggapan tersebut saya sanggah bahwa kita harus berubah karena zaman sudah berubah, karena jika kita masih seperti yang dulu maka kita akan ketinggalan oleh negara lain. Yang sebagian kecil itu memeprmasalahkan tentang penting atau tidaknya guru menguasai IT dan mereka berkata bahwa IT itu tidak penting, apalagi di tingkat sekolah dasar.
Diskusi kami pun semakin memanas karena yang belum paham IT mengatakan pendapatnya bahwa mengajar tanpa IT pun tetap dapat berjalan. Karena rekan yang lain berkata, bukankah anak zaman sekarang walaupun masih SD sudah memiliki gadget, so jika guru tidak mengerti IT bagaimana mungkin seorang guru dapat masuk ke dunia mereka.
Nah, itulah esensinya, bahwa seorang guru harus mampu memahami karakteristik peserta didik termasuk diantaranya memahami gadget yang memungkinkan guru juga dapat masuk ke dunia mereka.
Saya jadi teringat pesan Khalifah Umar bin Khattab :
“Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu,” 
Oleh karena itu di moment yang berbahagia ini saya mengajak kepada seluruh guru Indonesia  untuk  bekerja keras dalam mencerdaskan bangsa serta membentuk akhlak karimah disertai keteladanan dan jangan lupa selalu berdoa agar kita senantiasa diberi kekuatan untuk melaksanakan amanah sebagai gruru dengan sebaik-baiknya dan mintalah sama Allah agar murid-murid kita menjadi anak yang saleh. Amin
BRAVO GURU INDONESIA !



Kamis, 18 September 2014

KEGIATAN PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS


Setiap pendidik harus terus menerus berupaya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga menambah motivasi belajar para peserta didik. Apa lagi sejak diberlakukannya kurikulum 2013 yang  kegiatan pembelajaran harus berpusat pada peserta didik dan merangsang siswa untuk aktif kreatif serta menumbuhkan rasa ingin tahu.
Banyak rekan-rekan guru mengeluh dengan diberlakukannya kurikulum 2013, dan mereka berpendapat bahwa sangat sulit untuk mengimplementasikan kurikulum 2013, padahal kalau kita terus berusaha dan selalu mencari hal-hal yang baru dalam kegiatan pembelajaran, bagi saya pelaksanaan kurtilas ini sangat menyenangkan.
Demikian pula pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas II SD dalam  pelajaran Allah Maha Pencipta, sangat asyik jika peserta didik diajak ke luar kelas untuk mengamati dan mencari tahu apa saja benda-benda ciptaan Allah yang ada di sekitar sekolah serta manfaatnya bagi manusia. Hal ini akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik karena mereka belajar secara konkrit yang dikaitkan dengan keimanan serta kewajiban untuk mensyukuri terhadap apa yang Allah beri kepada manusia.
Ketika peserta didik asyik mengamati dan mencari benda-benda di sekitarnya, maka guru berperan aktif mengamati dan mencatat siapa saja siswa yang aktif dan bagaimana dia mengaplikasikan rasa ingin tahunya, maka penilaian pun dapat dilakukan saat itu juga tanpa ditunda-tunda sehingga penilaian akan lebih akurat.

Sabtu, 16 Agustus 2014

AKREDITASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA GURU

Minggu kemarin sekolahku baru saja selesai diakreditasi. Adapun hasilnya harus menunggu hasil proses rapat para tim asesor. Makna akreditasi yang saya pahami adalah memotret sekolah sebagai institusi. Yang dipotret tentu saja bukan hanya satu atau dua komponen, melainkan 8 komponen. Yakni Standar Isi, standar, proses, standar kelulusan, standar tenaga pendidik dan kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Yang saya soroti dari kedelepan standar tersebut adalah standar pendidik yakni guru . Pertanyaannya, sejauhmanakah akreditasi mampu meningkatkan kinerja guru ?
walaupun akreditasi itu memotret secara keseluruhan sekolah sebagai institusi, namun standar tenaga pendidik adalah adalah yang paling utama. Mengingat hampir semua guru telah memiliki sertifikat pendidik dan tentunya telah menerima uang tunjangan profesi, maka sudah barang tentu dengan akreditasi tersebut harus mampu meningkatkan kualitas kinerja tenaga pendidik. Karena dari delapan standar yang dipotret ada empat komponen yang erat kaitannya dengan kinerja guru, yakni standar isi, standar proses ,  standar kelulusan serta standar penilaian. Dan hanya tiga komponen yang berkaitan dengan manajemen sekolah yakni, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Dengan adanya akreditasi tentunya pemerintah ingin mengetahui, antara lain :

1. Sejauhmana kemampuan tenaga pendidik dalam memahami standar isi yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran
2. Sejauhmana kemampuan tenaga pendidik dalam melaksanakan standar isi melalui proses pembelajaran
3. Bagaimana hasil dari proses pembelajaran terhadap peserta didik dengan melakukan penilaian
4. Upaya apa yang dilakukan tenaga pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan
Artinya, jika guru telah membuat perencanaan, melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik kemudian melakukan evaluasi  serta menganalisis hasil evaluasi,  dan melaporkan hasil evaluasi pada dinas terkait. Dan semua kegiatan tersebut ditunjang dengan bukti fisik sebagai data pendukung, maka guru tersebut telah melakukan tugasnya secara profesional.

Jadi intinya nilai akreditasi suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh kinerja para tenaga pendidiknya.

Sabtu, 21 Juni 2014

LAZUARDI BULAN SUCI




Ditengah hingar bingar  PILPRES
Dalam panasnya kampanye capres
Dalam demamnya world cup
Engkau datang
Dengan senyum mengembang
Memandang
Menebar pandang
Mengobral  janji pasti 
Yang hakiki
Dari Ilahi Robbi
Yang tak pernah ingkar janji

Mari,,,,
Ayoooo….
Berkompetisi,,,,
Menyambut hadiah yang pasti
dengan koalisi hati yang murni
beramal pada Rabbul izzati
Yang ikhlas karna lillahi
Dalam  Ramadhan yang suci


Jumat, 21 Juni 2013

PERLAKUKAN ANAK ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) DENGAN KASIH SAYANG

Hari itu saya mengajar di kelas IV. Seperti biasa saya mengabsen seluruh siswa, dan alhamdulilah hadir semua. Hari itu pula saya sudah menjanjikan pada siswa bahwa akan diadakan ulangan praktek hapalan Al-qur'an surah pendek pilihan yang materinya sudah diberitahukan terlebih dahulu. Dengan demikian saya berharap semua siswa telah mempersiapkan diri.
Setelah semuanya siap saya memanggil siswa satu persatu berdasarkan urutan absen. Siswa pun mengikuti ulangan praktek sesuai yang namanya dipanggil. Setelah beberapa siswa saya panggil ternyata hampir semua siswa hapal materi yang telah diajarkan. Siswa yang telah menunaikan tugasnya tampak berseri seri karena mereka telah selesai dengan ulangannya dan saya sebutkan nilai yang mereka peroleh secara terbuka, dan hal ini menjadikan motivasi bagi mereka terutama yang memperoleh nilai baik.
Namun saya lihat ada seorang siswa yang tampak tertunduk dan sepertinya ketakutan. Setelah semua siswa dipanggil, tingalah anak tersebut yang saya panggil namanya. Ia pun ke depan menghampiri saya dengan tanpa bicara sepatahpun.  Saya bertanya pada anak tersebut, "apakah kamu menghapal di rumah ?". Ia menganggukkan kepala. Lantas saya memintanya untuk membacakan surah pendek yang harus dihapalkan. Namun ia menggelengkan kepala, saya tersenyum dan menatapnya. Saya bertanya lagi padanya" coba apa yang kamu hapal ?" Ia kembali menelengkan kepala. Kulihat ada genangan di sudut matanya. Sayapun memegang pundaknya dan saya berkata " jangan takut sayang, kamu gak usah nangis, karena ibu tahu pasti kamu bisa, ibu percaya kamu sudah menghafal, hanya saja kamu sedikit lupa, ayo dicoba lagi ya ". Ia tersenyum mendengar perkataan saya.Kemudian ia pun membaca surah Al-Ikhlas dengan terbata-bata. Saya pun terus menyemengattinya agar ia terus menyelesaikan bacaannya hingga akhirnya ia selesai membaca surah pilihan yang ia hafal. Setelah ia selesai membacakan surah Al-fatihah, saya peluk anak tersebut dan saya puji di depan teman-temannya hingga teman-temannya memberikan aplaus. Terlihat rona kebahagiaan di muka anak tersebut. Ia tampak senang atas pujian saya dan perhatian dari teman-temannya.
Memang anak tersebut termasuk yang mengalami kesulitan belajar sejak dari kelas 1. Namun sejak saat itu ia selalu bersemangat dalam mengikuti pelajaran saya walaupun kemampuannya sangat jauh di bawah kemampuan rata-rata temannya. Namun jika kita memperlakukan ia dengan kasih sayang maka kepercayaan dirinya tumbuh dan motivasi belajarnya semakin meningkat.

Rabu, 29 Mei 2013

PERLUNYA MEMAHAMI KARAKTER SISWA

Saya sangat bersyukur karena saya menjadi guru PAI di sekolah dasar yang harus mengajar enam kelas dari kelas 1 sampai kelas 6. Hal ini tentu merupakan pekerjaan yang unik, sebab setiap kelas berbeda karakternya. Kelas 1 merupakan usia awal sekolah setelah mereka melewati pra sekolah yaitu di TK. Sedangkan kelas 6 merupakan siswa yang dalam masa gerbang pubertas. Keadaan demikian tentunya diperlukan strategi yang berbeda dalam mengajar.

Ada beberapa pengalaman yang akan saya ceritakan disini. Pertama ketika pada awal tahun ajaran baru saya mengajar di kelas 1, dalam setiap pertemuan saya selalu menyiapkan lagu-lagu bahkan saya sering saya menciptakan lagu sendiri. Hal ini dikarenakan situasi atau karakter siswa kelas 1 yang masih perlu adaptasi untuk belajar di sekolah dasar, sebab mereka masih merasa bahwa mereka belajar di TK. Pada situasi tersebut kita harus ekstra sabar dalam menghadapi peserta didik yang masih manja dan kadang rewel, misalnya saja jika tidak ditungguin ibunya masih suka nangis atau ketika disuruh menyanyi ke depan malah menangis.Namun disini saya akan memaparkan beberapa tips bagaimana strategi mengajar di kelas 1 pada awal tahun ajaran sebagai berikut :
1. Perlakukan mereka seperti anak TK, misalnya jika mereka merajuk atau merengek, bujuk mereka dengan ucapan kata-kata : aduh sayang.....atau aduh cantiknya dsb. Atau pada saat mengabsen jangan lupa harus selalu memuji mereka, dengan demikian mereka akan simpati pada kita.
2. Siapkan lagu-lagu yang menarik perhatian mereka dan membuat mereka senang. Karena pada tahap awal mengajar di kelas 1 kita banyak bicaranya
3. Siapkan alat peraga yang menarik, karena siswa kelas SD terutama siswa kelas 1 sangat menyukai hal-hal yang abstrak. Apalagi tema pertama yang diajarkan pada bulan pertama di kelas 1 adalah tentang diri sendiri. Apalagi jika alat peraganya IT, kita dapat menampilkan cerita atau kartun tentang diri sendiri yang dikemas dalam cerita lucu dan fun.
4. Selalu mengelus pundak siswa jika mereka mendekat dan bertanya tentang sesuatu dan di disaat kita berbicara dengannya face to face.

Demikian beberapa tips sederhana yang mungkin bermanfaat

Rabu, 15 Mei 2013

STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN METODE BERKEMAH PADA MAPEL PAI DI SD



Penanaman keimanan pada anak sekolah dasar saat ini dirasakan masih sulit, hal ini penulis alami sendiri karena penulis sebagai guru maple PAI di SD. Padahal peserta didik  sekolah dasar merupakan golden age dalam penanaman tersebut. Namun hal ini dibutuhkan strategi pembelajaran yang tidak membosankan dan tentunya dapat menyenangkan peserta didik.
Mungkin saat ini kegiatan pembelajaran yang kita lakukan sangat monoton, yakni kita hanya melakukan kegiatan tatap muka di dalam kelas, hal ini tentu sangat membosankan apalagi pada materi keimanan dimana peserta didik membutuhkan suasana kegiatan pembelajaran yang lain daripada yang lain. Strategi pembelajaran yang baik adalah dimulai dari pengalaman belajar yang abstrak kepada yang kongkrit dan dari yang sederhana pada yang rumit.
Dalam tugasnya sebagai tenaga professional seorang guru hendaknya melakukan inovasi pembelajaran agar peserta didik merasa senang (fun) dan juga pikirannya segar (fresh). Sebagaimana dunia anak mereka senang melakukan hal-hal yang baru yang ada diluar lingkungannya. Dan salah satu metode pembelajaran yang sangat cocok digunakan dalam materi keimanan adalah berkemah. Metode ini merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas, yakni dengan cara membawa peserta didik kea lam terbuka dan melakukan kegiatan perkemahan.
Adapun langkah-langkah pembelajarannya dapat kita lakukan sebagai berikut :
1.       Guru PAI harus berkoordinasi dengan guru Pramuka dan juga wali kelas
2.       Kegiatan perencanaan dapat dilakukan bersama-sama, hal ini akan menambah efektifitas tujuan pembelajaran
3.       Dalam kegiatan perencanaan ditentukan juga waktu, tempat serta peralatan yang dipergunakan
4.       Kegiatan pelaksanaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1)      Setelah selesai mendirikan tenda peserta dibawa ke alam terbuka
2)      Guru meminta peserta didik untuk menyebutkan nama-nama benda yang dilihatnya dan mencatatnya
3)      Peserta didik melaporkan hasil temuannya
4)      Guru bertanya jawab dengan peserta tentang siapa yang menciptakan alam beserta isinya
5)      Guru memberikan pendalaman materi tentang kebesaran Allah dan tatacara mensyukuri nikmat Allah tersebut.
6)      Membuat kesimpulan
5.       Kegiatan ini dapat dilakukan untuk peserta didik kelas 2 sampai kelas 6, karena peserta didik kelas 2 sudah masuk anggota Pramuka siaga
Catatan :
Kegiatan ini dapat dilakukan satu hari, dan guru PAI dapat bekerjasama dengan guru kelas karena materi ini bukan hanya PAI namun berintegrasi dengan mata pelajaran yang lain, diantaranya maple PKn, IPA,IPS dan PLH.

Rabu, 16 Mei 2012

PERAN GURU SEBAGAI KHALIFAH



Ketika pembagian sertifikat pendidik bagi guru-guru PAI dari tingkat RA sampai SMU/SMK pada tanggal 10 April 2012, Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Gunung Jati yakni Prof. DR. Mahmud, memberikan kuliah umum kepada kami. Inti dari kuliah yang beliau sampaikan saya simak sebagai berikut :

 1. dalam berbuat baik, janganlah terkontaminasi dengan apapun. Dalam artian bahwa jika kita berbuat baik kepada seseorang , kita janganlah menunggu orang tersebut berbuat baik pada kita, namun tebarkanlah kebaikan kepada siapapun termasuk kepada orang yang telah menyakiti kita. Karena inilah dasar pertama dari ikhlas, sebab jika kita berbuat kebajikan atas dasar ikhlas, maka kita akan merasakan enjoy, dan dengan hati yang enjoy dan lapang maka Allah SWT senantiasa akan memberikan kelapangan kepada kita.

2. jangan memusyrikkan SERTIFIKAT SERTIFIKASI, karena jika kita menganggap bahwa sertifikat sertifikasi sebagai sumber rezeki maka kita termasuk musyrik. Beliau berpesan, jadikanlah sertifikat sertifikasi sebagai asupan vitamin bagi kita untuk bekerja membangun generasi muda dengan baik dan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa.

 3. Guru merupakan KHALIFAH Inilah hal yang paling menarik bagi saya dari kulaih beliau. Karena selama ini kita menganggap Khalifah hanyalah pemimpin bangsa atau pemerintahan. Namun sebenarnya KHALIFAH memiliki makna yang luas dan dalam. Guru merupakan khalifah di kelasnya masing-masing, bahkan secara luas bukan hanya di dalam kelas, namun di luar kelas pun guru merupakan khalifah bagi murid-muridnya.Khalifah mengandung arti pengayoman, pemeliharaan, serta pembimbingan, agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya. Dasar tujuan penciptaan makhluk adalah untuk mengabdi pada Tuhan yakni Allah SWT, maka peran guru sebagai khalifah adalah bertugas untuk memberikan bimbingan, arahan, pengayoman agar murid-muridnya menjadi hamba yang benar-benar tunduk dan patuh terhadap aturan Rabnya. Jika murid-murid kita sudah menjadi hamba yang tunduk dan patuh terhadap aturan Allh SWT, maka akan tercipta masyarakat yang madani, insya Allah. wah, ternyata peran guru itu terutama guru PAI sangatlah berat, semoga para guru di Indonesia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, khususnya bagi diri saya pribadi. Amin

Sabtu, 07 Januari 2012

Pesantren IT Inspirasiku

Saya ingat, saat itu pertengahan Ramadhan 1432H yang bertepatan dengan bulan Agustus 2011, saya membaca tautan dari facebook. Tautan tersebut saya baca di forum PAGI yang diposting oleh bapak Djadja Sardjana. Isi tautan tersebut adalah sebuah pengumuman bahwa Comlabs USDI ITB akan mengadakan pesantren IT untuk guru-guru. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 23-24 Agustus 2011. Membaca tautan itu, saya langsung tertarik dan saya me-like serta memberikan koment atas posting tersebut. Koment tersebut dijawab oleh pa Djadja yang menanyakan apakah saya berminat mengikuti kegiatan tersebut,...yang kontan saya jawab : MAU. Sesungguhnya hati saya saat itu sangat gembira, karena saya merasa saya masih awam tentang IT. Pada hari yang dijadwalkan saya berangkat ke ITB,saya pergi dengan niat mencari ilmu dan saya berdoa semoga saya diberi ilmu yang bermanfaat untuk kelancaran tugas saya dalam upaya meningkatkan kompetensi saya sebagai guru. Karena saya sadar perkembangan teknologi yang demikian pesat akan berdampak pada dunia pendidikan, sedangkan jika saya khususnya sebagai guru berdiam diri saja bagaimanakah nasib pendidikan di negeri ini. Pada hari pertama pesantren IT seluruh peserta disuruh menuliskan tentang filosofi pendidikan atas bimbingan pa Djadja Sardjana. Disitu saya menuliskan tentang filosofi pendidikan. Kemudian saya mendapat materi tentang IT dari tutor yang lainnya. Pada hari kedua kami belajar membuat media pembelajaran dengan power point. Pada sesi ini saya tampil mempresentasikan hasil kerja saya yang saya set seperti pear teaching. Alhasil saya mendapat doorprize sebuah buku. Saya gembira sekali, karena setelah saya baca buku tersebut bercerita tentang seorang penderita terot yang berhasil menjadi guru kreatif. Buku tersebut sangat menjadi inspirasi dan motivasi bagi saya untuk menjadi guru kreatif dan dirindukan siswanya. Hampir setiap KBM saya mencoba menggali strategi pembelajaran yang baru agar siswa senantiasa merasa senang dan nyaman belajar. Saya ingin menjadi guru kreatif...TERIMA KASIH PESANTREN IT

Kamis, 22 Desember 2011

SURAT KANGGE EMA

Bandung, 22 Desember 2011 Assalamu alaikum w.w Ema abdi emut waktos abdi budak, ema sok sering ngadongeng. Dongeng ema nu abdi emut teh nalika ema ngadongenkeun zaman ema nuju murangkalih. Harita abdi sareng pun lanceuk sok pogot ngupingkeun. Geuning waktos dongeng nuju ngungsi, cenah ema teh nuju anjang-anjangan aya angin puyuh dugi ka cocooan anjang-anjangan kagungan ema kacandak ku angin puyuh. Teras waktos ema ngadongengkeun diudag-udag domba, ema teh lumpat naek kana tangkal jambu, eh tangkalna kalah ngoyondon ka handap anu handapeun tangkal teh aya balong.....hehehe...teu kacipta waktos harita geumpeurna, kahandap sieun ngagujubar, ka darat sieun ku domba. hem.....pangalaman nu tangtos sesah dihilapkeunana. Ema waktos abdi sareng pun lanceuk ayun-ayunan di saung, harita pun lanceuk rag-rag tina ayunan jalaran tarik teuing diayunkeunana ku si Irah putrana tatanggi. Pun lanceuk nangis awong-awongan balas ku nyeri, ningal kitu teh ema bendu jalaran abdi sareng pun lanceuk bengal teu kenging diwagel dipiwarang barobo siang kalah lumpat ka saung. Hapunten ema...abdi sering baha kana parentah ema. Ema waktos abdi ngaos sok hoyong pangpayunna diwurukkan teh, nalika pun lanceuk alim ngelehan sami hoyong diwuruk tipayun, abdi ngamuk nangis gegerelengan, teras ngajenggutan rambut ema. Tapi ema sabar ....teu galider ningal nu ngamuk....ema neraskeun ngawuruk ngaos dugi ka rengse. Tos rengse nembe nyandak abdi ka jamban, teras abdi diibakan, diberesihan jalaran awak abdi janten kalotor balas ku ngamuk............duh ema hapunten abdi....abdi tos ngabarobihkeun ema ...abdi tos nyesahkeun ema..... Ema mangsa abdi rumaja....ema tetep ngaping, ngajaring ngajaga sareng ngariksa......sok sanajan abdi sareng pun lanceuk kalan-kalan sok liwar sok sering baha tina papatah ema...ma'lum mangsa rumaja mah kebek ku kabebasan....tapi ema tetep sabar mayunan abdi sareng pun lanceuk nu keur meujeuhna mangkak. Ema nalika abdi ngadahup.....ema katingal carinakdak....tapi abdi terang ...eta cisoca ema teh sanes cisoca kasedih....tapi cisoca bajga, wireh tos ngajajapkeun nu janten putra kana gerbang pernikahan. Ema sok sanaos abdi tos rumah tangga , ema tetep ngajaga ngariksa, sareng masihan conto kedah kumaha rumahtangga anu sae numutkeun agama nu dicontokeun ku rasul teh. Ema teu petot petot ngawawadianan ka abdi sareng ka pun lanceuk. Maksad ema teu aya sanes supados putra ema janten istri u solehah. Ema waktos abdi dibantun ka rumah sakit jalaran kedah nandangan dioperasi, ema sabar ngantosan....sok sanaos pada ngawagel, nanging ema tetep palay ngantosan abdi di rumahsakit, tug dugi ka abdi jagjag di rorompok ema nembe tiasa ngantunkeun abdi. Ema hatur nuhun ......mugia Allah SWT salamina maparinan rahmat sinareng barokahna ka ema .....mugia ema husnul khotimah....duh Gusti abdi bagja gaduh ema nu teu weleh nungtun kana jalan nu dipirido ku Gusti.....Allohummaghfirli...dzunubi...waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogiro....amin (Kangge Ema Wilujeng HARI IBU...)

Minggu, 06 November 2011

Pengembangan silabus

Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Prinsip pengembangan silabus : a. ilmiah, yakni keseluruhan materi dan kegiatan silabus harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah b. Relevan, artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik c. Sistematis, yakni komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi tertentu d. Konsisten, yaitu keajegan antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian. e. Memadai, yakni indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup menunjang pencapaian kompetnsi dasar. f. Aktual dan Kontekstual, yaitu, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan teknologi dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. g. Fleksibel, artinya komponen silabus dapat mengakomodasikan keragaman peserta didik h. Menyeluruh, artinya silabus mencakup keseluruhan ranah cognitif, afektif, dan psikomotor

Kamis, 22 September 2011

SENJATA PAMUNGKAS HADANG ALERGI

REPUBLIKA.CO.ID, Air Susu Ibu (ASI) ternyata menjadi senjata utama menghadapi alergi. Penyakit akibat alergi erat kaitannya dengan daya tahan tubuh anak. Hal ini dikatakan Kepala Divisi Paediatric, Gastroenterology and Hepatology di Dr. v. Haunersches Kinderspital di Ludwig Maximilians University of Munich, Jerman Prof. Sibylle Koletzko. "ASI adalah makanan terbaik bagi bayi," ujarnya. ASI terbukti mendorong perkembangan bakteri sehat pada usus, mengurangi risiko infeksi pernafasan atau pencernaan, bermanfaat untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi, dan promosi toleransi oral. Setelah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, barulah makanan pendamping bisa diberikan. Makanan perangsang alergi seperti kelompok kepiting dan udang, kacang, makanan laut, telur serta susu sapi bisa mulai diberikan. Tujuannya adalah menimbulkan toleransi. Namun, tindakan ini dibarengi juga pemberian ASI. Variasi sumber makanan yang berbeda dalam jumlah besar dapat diberikan pada setengah tahun kedua. Pengenalan makanan yang ditunda di kemudian hari tidak menunda terkena risiko alergi. Apabila menyusui menyebabkan alergi, disarankan memberikan formula hidrolisa parsial dengan 100 persen protein whey. Alergi merupakan salah satu penyakit yang diturunkan secara genetis. Pada awal 1970-an Koletzko mengungkapkan, prevalensi alergi secara umum berkisar kurang dari 10 persen. Tetapi saat ini prevalensi alergi berkisar 20 persen sampai 30 persen. Hal ini berarti prevelensi meningkat 3 kali lipat. Faktor genetik, pola makan, gaya hidup, dan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadi alergi pada anak. Dari faktor genetik frekuensi risiko berkisar 20 persen sampai 85 persen. Pada usia dini, tanda-tanda reaksi alergi adalah kelainan kulit (ruam merah) dan gangguan saluran cerna (muntah). Dengan bertambahnya usia, reaksi alergi utama adalah pada sistem pernapasan seperti asma serta rhinitis. Untuk jenis alergi ini, bahan penyebab alergi sangat bervariasi. Mencakup makanan, debu, bulu hewan, serbuk sari, kutu tungau (house-dust mites). Sumber : http://id.berita.yahoo.com/ini-dia-senjata-pamungkas-hadang-alergi-121939889.html

Kamis, 15 September 2011

KIAT BERZIKIR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DIRI

Ada beberapa kiat agar zikir kita mampu meningkatkan kualitas hidup dan kualitas ibadah kita, sehingga zikir kita membuat doa kita mudah diijabah oleh Allah SWT. 1. Terus menerus mengingat Allah dimanapun kita berada. Ingatlah batu yang kers dapat pecah karena terus menerus dipukul. Shalat ada waktunya, puasa ada waktunya, zakat ada haulnya. demikian pula haji. Tapi zikir dmanapun, kapanpun, dalam keadaan bagaimanapun dapat kita lakukan. 2. Menghidupkan sunnah Nabi, seperti shalat tahajud, shalat duha, shalat berjamaah, bersedekah, menjaga wudhu dan biasa beristighfar. 3. Rutin melaksanakan puasa senin kamis dan membiasakan mengaji. 4. Perkuat silaturahmi.

Rabu, 14 September 2011

MEMBACA DAN MENULIS


 MEMBACA DAN MENULIS
Baca tulis adalah dua aktifitas yang memerlukan daya pikir dan daya nalar manusia, karena kegiatan ini melibatkan mata dan tangan yang kesemuanya berpusat pada otak. Baca tulis juga merupakan alat komunikasi tulisan yang menjadikan manusia dapat berkomunikasi antara satu dengan lainnya, demikian juga keterampilan membaca dan menulis merupakan jalan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Alaq 1 -5 seperti berikut :
  Artinya :
  1. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.
  2. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah dan Tuhanmulah yang memuliakan.
  4. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam.
  5. Yang mengajarkan manusia apa yang mereka tidak ketahui.
Ayat di atas menjelaskan tentang pentingnya manusia untuk belajar dan menuntut ilmu yang diawali dengan mambaca dan menulis. Hal ini menegaskan pula akan pentingnya manusia untuk dapat membaca dan menulis. Karena dengan membaca dan menulis maka manusia akan mendapatkan ilmu.
Dengan rujukan ayat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa manusia khususnya umat Islam harus mencari ilmu seluas-luasnya agar dapat mengolah alam sebaik-baiknya sebagai khalifah fil ard. Untuk memakmurkan bumi perlu ilmu, dan ilmu didapat melalui membaca dan manulis.